MENTERI PERTANIAN RI BERIKAN BANTUAN BENIH PADA PARA PETANI DI KABUPATEN SUMBAWA

25 January, 2024
Menteri Pertanian Republik Indonesia datang berkunjung ke Sumbawa pada Kamis, (25/1/2024). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memberikan bantuan kepada para petani di Kab Sumbawa. Hadir juga pada kegiatan ini Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Forkopimda Kabupaten Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa, Sejumlah OPD, serta Sejumlah Kelompok Tani yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Pada kunjungan ini, Menteri Pertanian Republik Indonesia yang didampingi langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa juga meninjau lahan pertanian yang ada di Samota dan turut serta dalam proses penanaman bibit jagung secara langsung dengan Bupati dan wakil Bupati Sumbawa.
Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan sektor pertanian memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan Daerah dan Nasional. Luas lahan pertanian Kabupaten Sumbawa mencapai 664.398 HA, dengan lahan sawah irigasi seluas 43.981 HA dan tadah hujan seluas 14.652 HA. Pencapaian produksi pertanian sendiri terus mengalam peningkatan khususnya untuk jagung yang mana total produksi Tahun 2023 mencapai 704.330 Ton dari luas panen 96.237 HA.
Akibat cuaca ekstrem yang melanda Indonesia, para petani di Kabupaten Sumbawa juga mengalami keterlambatan tanam yang menyebabkan para petani harus menanam 2 sampai 3 kali akibat hujan yang terhenti. Selain itu, pemerintah Kabupaten Sumbawa dan para petani lokal berharap pemerintah pusat tidak melakukan impor jagung, agar petani lokal khususnya petani sumbawa dapat menikmati hasil panen dengan harga yang lebih baik. Cetusnya.
Menyampung apa yang disampaikan Bupati Sumbawa, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., menyampaikan Pangan adalah mati hidupnya suatu Bangsa, tanpa pangan negara tidak ada. Provinsi NTB, Sumbawa dan Lombok merupakan penopang pangan nasional khususnya jagung. Akibat Iklim eksterim yang melanda global yang juga melanda Indonesia, membuat terjadinya masalahan pertanian yang dapat mengakibatkan terganggunya pangan nasional.
Oleh karena itu sambung Mentan, Presiden Jokowi sudah menambah anggaran pupuk bersubsidi 2024 ini Rp 14 triliun, sehingga tak ada lagi kesulitan pupuk. Selain itu, Provinsi NTB sendiri juga mendapatkan bantuan kurang lebih Rp 300M dalam bentuk bibit dan alat pertanian. kalo kita import maka kita akan mensejahterahkan petani negara lain. maka kita harus swasembada dan dapat mengekspor kembali. Hal ini guna meningkatkan kesejahteraan petani. Jelasnya.
Adapun bantuan yang diberikan kepada kabupaten/kota sepulau Sumbawa oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sebagai berikut, Bantuan vaksin Rabies, SE, Renovasi RPH, pembangunan pengolahan pakan dan operasional puskeswan senilai Rp. 15,4 M dan bantuan benih, padi, jagung, dan pupuk senilai Rp. 54,7 M untuk Kabupaten Sumbawa. Bantuan benih padi dan jagung senilai Rp. 33,9 M untuk Kabupaten Dompu. Bantuan benih padi dan jagung senilai Rp. 34,1 M untuk Kabupaten Bima. Bantuan benih jagung senilai Rp. 4,5 M untuk Kota Bima. Serta bantuan benih padi dan jagung senilai Rp. 5.1 M untuk Kabupaten Sumbawa Barat.

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar