Audit Kasus Stunting (AKS) Kabupaten Sumbawa Tahun 2022

25 July, 2022
(25/07/22) Kegiatan Audit Kasus Stunting (AKS) berlangsung di ruangan Rapat Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Kegiatan AKS ini juga merupakan kegiatan penentu dari keluarga-keluarga yang beresiko stunting, serta merupakan kelanjutan dari pertemuan pada tanggal 13 April lalu, yang dipimpin oleh Kadis P2KBP3A -Jannatul Falah, S.Ap.
Pada kegiatan tersebut, Kadis P2KBP3A menjelaskan data yang digunakan untuk keluarga beresiko stunting adalah data PK21 yaitu data dari pendataan keluarga tahun 2021. Pada kesempatan yang sama juga menyampaikan harapan bahwa kegiatan ini bisa menjadi komitmen bersama, karena penurunan stunting adalah kegiatan wajib yang dilaksanakan sesuai Perpres 72 tahun 2021.
Dalam sambutan pembukanya, Asisten Pemerintah dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa - Varian Bintoro, S.Sos.,M.Si menyampaikan perjalanan stunting di Kabupaten Sumbawa yang meraih juara 1 pada 2019 dalam hal pelaksanaan pelayanan stunting, lalu tahun 2021 menduduki peringkat 3 untuk kategori yang sama, Hal ini tentu semakin menambah beban pemerintah dalam menuntaskan stunting.
Lebih lanjut disampaikan, kini pelayanan stunting tidak lagi di Dinas Kesehatan sebagai landing sectornya, tetapi pindah ke Dinas P2KBP3A Sumbawa. Sejauh ini Dinas P2KBP3A sudah berkoordinasi dengan Dinas PMD agar desa dapat mengintervensi langsung dari dana desanya untuk penanganan stunting. "Saya berharap evaluasi kita terhadap kasus stunting sebelumnya dapat menjadi bahan untuk pelaksanaan kegiatan berikutnya. Diharapkan OPD lain juga tetap dengan programnya, karena stunting dan anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyusunan APBD," ujarnya.
Dalam pemaparannya, Kabid Pengendalian Penduduk Dinas P2KBP3A - Anggraini, S.Ap menyampaikan terkait susunan tugas Audit Kasus Stunting, Dimana, Wakil Bupati Sumbawa – Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd. ditunjuk sebagai penanggung jawab dengan rincian tugas menjamin terlaksananya audit kasus stunting dan rencana tindak lanjut, Sementara Kepala Dinas P2KBP3A sebagai Ketua Audit dengan rincian tugas mengkoordinasi dan memastikan pelaksanaan audit kasus stunting berjalan sesuai dengan tujuan pedoman dan target waktu yang telah ditentukan. Kemudian Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa sebagai Wakil Ketua yang tugasnya mengkoordinasi dan memastikan pelaksanaan audit kasus stuntuing dengan pihak terkait seperti dengan pihak RSUD, Puskesmas, posyandu, poskesdes, klinik dan lainnya.
Selanjutnya, tambah Anggi - sapaan akrabnya, Tim teknis terdiri dari Direktur Rumah Sakit dan Kepala Bidang Keluarga Berencana Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, memiliki tugas melakukan persiapan pelaksanaan audit kasus stunting antara lain menyusun konsep SK Audit tim kasus stunting dan menyusun jadwal Audit Kasus Stunting, kemudian melaksanakan dan mengkoordinasikan audit kasus stunting khususnya dengan tim pakar, pengukuran kasus yang diaudit dilakukan oleh tim teknis untuk dilakukan pengukuran berdasarkan kertas kerja audit.
Ditempat yang sama, Kabid PPM Bappeda Sumbawa - Yuni Ilmi Kurniati S.Stp., M.Si juga menambahkan bahwa percepatan penurunan stunting ini tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus secara bersama-sama dengan semua OPD terkait. Adanya kebijakan dari Pemerintah Pusat menjadikan percepatan penurunan stunting dari hulu ke hilir. Strategi kebijakan terkait stunting Pemerintah Kabupaten Sumbawa selalu berada didepan, untuk itu pemerintah berharap agar hal ini dapat selalu dipertahankan.

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar