Teluk Saleh, “Cagar Biosfer Dunia, Upaya Pemajuan Sektor Pariwisata dan Ekonomi Berkelanjutan di Pulau Sumbawa”

09 May, 2022

Sumbawa, 09 Mei 2022, kegiatan rapat sekaligus penandatanganan kerjasama MOU atau Master Of Understanding antara kedua belah pihak yakni Pemda Kabupaten Sumbawa dengan pihak Yayasan Cakrawala Konservasi Indonesia, berjalan dengan lancer. Agenda tersebut di hadiri langsung oleh Bupati Sumbawa Drs H. Mahmud Abdullah beserta jajaran dan UPT terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan Dinas Perhubungan Kabupaten Sumbawa.
Rapat yang digelar di ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Sumbawa lantai 1 tersebut nampak begitu tertib dan antusias dari para tamu undangan yang hadir, dikarenakan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Cakrawala Konservasi Indonesia. Meizani Irmadhiany menyampaikan bahwa pariwisata memiliki efek pengaruh ganda (multiplier effect) yang tinggi dibandingkan sektor – sector lainnya. Sehingga dapat menjadi pendorong dalam percepatan pembangunan daerah. Tidak hanya itu, pasca sambutannya beliau menyerahkan cindermata ke pihak pemda Sumbawa berupa Kain tenun khas Sumbawa atau biasa disebut Kre’ Alang dengan Motif Hiu dan Paus dengan warna dasar kain berwana biru.
“Kehadiran satwa langka hiu dan paus di Indonesia Bagian Tengah ini menjadi salah satu hal yang unik karena lokasinya yang strategis berdekatan dengan destinasi pariwisata utama di Indonesia” Imbuh beliau saat menyampaikan pidatonya di depan Bupati Sumbawa beserta jajaran nya.
Wisata laut ini bisa disaksikan lansung di habibat aslinya, baik itu dengan cara menyelam, snorkeling ataupun melihatnya langsung dari atas kapal. Pengembangan ekowisata laut ini di aplikasikan di daerah Labuhan Jambu, Kabupaten Sumbawa sejak 2018. Hasil evaluasi ekonominya yang dilaksanakan tahun 2019 lansung dirasakan di kawasan desa oleh masyarakat dan juga membawa dampak positif sekitar 320 juta per tahun. Sebagian pemasukannya dikelola oleh BUMDES guna konservasi Hiu dan Paus itu sendiri. Animo keberadaan ekowisata ini bukan hanya dirasakan oleh wisatawan lokal saja, namun wisatawan asing ikut berkontribusi melihat Sumber Daya Alam lansung di habitat alaminya. Bulan maret lalu Yayasan Cakrawali Konservasi Indonesia membantu Pemda Sumbawa dan Masyarakat Labuan Jambu melakukan konservasi dan promosi melalui platform Sumbawa Whale Shark bisa diakses oleh wisatawan yang ingin mengetahui info mendalam terkait ekowisata tersebut. Diharapakan Konservasi Indonesia dapat membantu mendukung kapasitas masyarakat terkait dengan Sumber Daya Manusia guna integritas Sumber Daya Alam  penguatan tata kelola, strategi pemasaran dan pariwisata daerah sekitar.
Selain itu Konservasi Indonesia ikut mendukung visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa di bidang Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan kemaritiman, karena ekowisata ini merupakan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
“Kami berharap kerjasama tiga tahun ini ke depan dengan Konservasi Indonesia  dapat mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kabupaten Sumbawa Menuju Kabupaten yang sejahtera, mandiri, tangguh, dan berkelanjutan, melalui pengembangan ekowisata Hiu Paus untuk meningkatkan kualitas SDM. Kelembagaan koperasi, kuantitas UMKM. Destinasi wisata, ketersediaan lapangan kerja, serta realisasi penanaman modal”, tutupnya.

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar