• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Garuda No.1 Sumbawa Besar
HARGA CABAI NAIK, TPID HIMBAU MASYARAKAT JANGAN PANIK

HARGA CABAI NAIK, TPID HIMBAU MASYARAKAT JANGAN PANIK

05 August, 2019

Menindaklanjuti perhatian publik yang cukup besar atas kenaikan harga cabai yang saat ini mencapai 80 ribu rupiah per kilogram, Diskoperindag Kabupaten Sumbawa selaku anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berinisiatif menggelar pertemuan dengan para awak media untuk menjelaskan persoalan tersebut pada Jum’at (2/8) di Ruang Rapat Diskoperindag Kab. Sumbawa. Hadir pada kegiatan tersebut, Kepala Bulog Sumbawa, Pejabat yang mewakili Kepala Dinas Pangan, para Kepala Bidang lingkup Diskoperindag, dan para jurnalis media cetak, media online dan media elektronik.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kab. Sumbawa, Drs. H. Arif, M.Si dalam paparannya menyebutkan telah melakukan pemantauan dan analisis melalui aplikasi SI ANDINI (Sistem Peringatan Dini Inflasi) Sumbawa, bahwa harga cabai sangat fluktuatif, bahkan perubahan harga terjadi per 2 hari. Menurutnya, beberapa penyebab terjadinya fluktuasi harga cabai di Kabupaten Sumbawa karena pasokan cabai masih dominan dari luar daerah, sekitar 70-80% dipasok dari Pulau Lombok, dan hanya 20% yang berasal dari sentra-sentra produksi cabai di Kabupaten Sumbawa. Adapun sentra produksi cabai di Kab. Sumbawa berada di 7 kecamatan, yaitu Labangka, Moyo Hulu, Lunyuk, Labuhan Badas, Utan, Buer dan Alas. Selain itu, tidak adanya distributor cabai dan hortikultura di Sumbawa menyebabkan harga cabai rentan mengalami fluktuasi.

Menindaklanjuti hal tersebut, Diskoperindag bersama anggota TPID lainnya, Bulog, Dinas Pangan dan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa akan melakukan langkah-langkah antisipasi antara lain, Bulog akan melakukan penetrasi pasar yang diawali dengan survei harga di tingkat petani kemudian melakukan penjualan langsung di titik-titik tertentu. Sementara itu, Dinas Pertanian akan segera melakukan pemetaan sentra cabai dalam rangka percepatan distribusi komoditi, sedangkan Dinas Pangan akan melakukan optimalisasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Adapun KRPL yang ada saat ini sebanyak 50 kelompok binaan, dan diupayakan lebih besar lagi agar berdampak pada produksi cabai, minimal dapat dirasakan manfaatnya pada skala rumah tangga. Adapun untuk solusi jangka menengah dan jangka panjang, TPID juga akan melakukan inisiasi kerjasama antar daerah.

Lebih lanjut, TPID menghimbau masyarakat agar jangan panik karena indeks perubahan harga cabai saat ini tidak terlalu tajam, hanya berkisar pada angka 1,4 - 1,5. TPID juga mengajak masyarakat untuk bijak berbelanja dan bijak mengkonsumsi cabai dengan menggunakan bahan alternatif cabai kemasan. Selain itu, TPID juga mengajak masyarakat untuk dapat berpartisipasi memantau dan mengawasi perkembangan harga komoditi melalui situs www.siandini.sumbawakab.go.id. 

SUMBER : Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumbawa

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar