• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Garuda No.1 Sumbawa Besar

KOMPAK GELAR FGD KAJIAN COSTING DAN PEMANFAATAN DAK NON FISIK

08 July, 2019

Kompak (Kolaborasi masyarakat dan pelayanan untuk kesejahteraan) Kemitraan Pemerintah Australia-Indonesia menggelar diskusi terarah kajian costing dan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Kabupaten Sumbawa pada Senin pagi (8/7) di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. FGD yang dijadwalkan berlangsung selama 2 hari mulai dari tanggal 8 sampai 9 Juli 2019 tersebut dihadiri oleh Tim Kompak Jakarta dan perwakilan NTB, Kadis Dukcapil beserta jajaran, Sekretaris Bappeda, Kabid Perbendaharaan BPKAD, Camat Sumbawa, Camat Unter Iwes, dan penerima manfaat.
Sekretaris Bappeda E.S. Adi Nusantara, M.AP.,M.Sc berharap agar forum group discussion dapat membawa manfaat untuk alokasi DAK Non Fisik tahun 2020.

Devi Suryani. A Tim Manajer fiskal Transport Kompak Jakarta menyampaikan tujuan kajian untuk menganalisis efektifitas belanja dan mengestimasi unit cost per jenis layanan dalam 4 bidang yakni dalam pelayanan adminduk kependudukan (Adminduk), PAUD, Pendidikan Kesetaraan, dan pemanfaatan Dana Jaminan Persalinan. Tujuan diskusi terarah adalah untuk mengumpulkan input perbaikan instrumen, data pendukung kajian, input kebijakan terkait dan mekanisme, dan koordinasi dengan OPD terkait terhadap pelaksanaan kajian costing dan pemanfaatan 4 bidang tersebut. Adapun output yang hendak dicapai adalah untuk tersusunnya input terkait perbaikan instrument, terkumpulnya data pendukung dan input kebijakan daerah terkait dan mekanisme pelaksanaan dana 4 bidang, termasuk praktik baik jika ada, serta mendapatkan komitmen dan dukungan dari OPD terkait.

Dalam pemaparannya, Dr. Hefrizal Handra menyampaikan tentang latar belakang FGD kajian costing dan pemanfaatan dana pelayanan adminduk, perkembangan jenis DAK Non Fisik, juknis dan sasaran penggunaannya. Output yang dihasilkan adalah tersedianya hasil kajian kepada Kemenkeu dan Bappenas sebagai rekomendasi penyusunan panduan pengalokasian tahun 2020, monitoring tahun 2019, dan evaluasi tahun 2018 terpadu DAK Nonfisik dana 4 bidang, berdasarkan analisis data pengalokasian, pelaporan, dan pelaksanaan assessment di daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan masukan dalam penyusunan kebijakan DAK Nonfisik yang lebih tajam dan memberikan input perbaikan bagi perencanaan yang ada di pusat maupun daerah.

Sementara itu, Kadis Dukcapil Ir. H. Zulkifli memaparkan tentang perencanaan dan penganggaran DAK Non Fisik, mekanisme penganggaran, gambaran/keragaan DAK Non Fisik 3 tahun terakhir sejak tahun 2017 sampai tahun 2019.

Disampaikan pula tentang tantangan yang dihadapi terkait penganggaran dalam hal ini kurangnya sarana prasarana yang bisa discover melalui DAU, DAK Pelayanan Adminduk tidak dapat dipergunakan untuk keperluan belanja modal, serta ada beberapa kegiatan yang belum masuk dalam juknis DAK (Pemutakhiran data dan peningkatan cakupan akta kelahiran). Praktek BAIK nya telah dilakukan kerjasama dengan lintas sektor, kerjasama dengan pihak ketiga, dan inovasi Dukcapil.

Terkait penerbitan akte kelahiran usia 0-19 tahun, telah sesuai RPJMNas yakni sebesar 91,24 %, dan terkait perekaman KTP Elektronik sebesar 97 %. Ke depan diharapkan agar dapat dianggarkan untuk alat perekaman mengingat kondisi alat di masing-masing kecamatan sudah rusak dan mobil dinas operasional untuk pelayanan perekaman.

SUMBER : Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumbawa

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar