• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Garuda No.1 Sumbawa Besar
TAUSYIAH JUM’AT PERTAMA RAMADHAN 1440 H DIGELAR

TAUSYIAH JUM’AT PERTAMA RAMADHAN 1440 H DIGELAR

10 May, 2019

Untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan para Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Kantor Bupati Sumbawa, Bagian Pemerintahan Setda Kab. Sumbawa menggelar tausyiah ramadhan 1440 Hijriyah pada Jum’at pagi (10/5) di Aula H. Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa. Agenda rutin selama bulan puasa tersebut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab. Sumbawa, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum, Politik dan pemerintahan, para Kabag beserta seluruh staf, yang menghadirkan Ustadz H. Nasrullah, S.Sos.i sebagai penceramah.

Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kab. Sumbawa Dr. H. Muhammad Ikhsan, M.Pd dalam kata pengantarnya menyampaikan bahwa puasa adalah ibadah hati, antara Allah dan manusia yang berpuasa yang mengetahuinya. Terkait hal tersebut, Asisten mengajak seluruh ASN untuk memanfaatkan waktu sebaik mungkin, untuk meraih pahala besar dan berlipat ganda atas amal ibadah selama bulan ramadhan, salah satunya dengan mengikuti ceramah agama, karena hati harus senantiasa disiram dan diisi dengan hal-hal baik.

Dalam tausyiahnya, Ustadz Nasrullah, S.Sos.i menyampaikan tentang tujuan puasa yaitu untuk melatih diri supaya tidak melakukan perbuatan – perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT serta melatih diri untuk lebih bertaqwa serta menyempurnakan keimanan kepada Allah SWT. Puasa adalah kebutuhan bukan hanya sebagai kewajiban. Menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim yang telah baligh dan memenuhi syarat baik syarat syah ataupun syarat wajib, dan barangsiapa tidak menjalankannya, maka hukumnya berdosa, dan wajib menggantinya di lain waktu serta wajib juga untuk membayar fidyah . Disampaikan pula tentang hikmah puasa ramadhan termasuk dalam segi kesehatan.

Menanggapi pertanyaan tentang berdosa tidaknya seorang ASN yang tidak melaksanakan apel, dikatakan bahwa termasuk berdosa seorang ASN yang tidak melaksanakan apel karena apel pagi merupakan bagian dari jam kerja, sehingga termasuk dalam korupsi waktu. Terkait tentang kecenderungan seseorang untuk bergossip/membicarakan keburukan orang lain selama puasa, dikatakan akan mengurangi nilai pahala dari puasa, dan ketika berlebihan maka akan membatalkan puasa. Kemudian, menanggapi pertanyaan apakah sah puasa sunat yang dilakukan seseorang, sebelum lunas/terbayarnya puasa wajib, ustadz menjawab, selesaikan kewajiban/yang pokok terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan puasa syawal dan puasa senin kamis. 

SUMBER : Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumbawa

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar