• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Garuda No.1 Sumbawa Besar
Resmikan Fasilitas PMI Dea Malela, Presiden Serukan Rawat Kerukunan

Resmikan Fasilitas PMI Dea Malela, Presiden Serukan Rawat Kerukunan

29 July, 2018

Sumbawa Besar, Kominfotik.  Setelah memimpin Rapat Terbatas (Ratas) Penanganan Bencana Gempa Bumi Lombok Timur di Ruang VIP Bandara Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa Besar, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo melanjutkan perjalanan menuju ke Pondok Pesantren Internasional Dea Malela di Pamangong Kecamatan Lenangguar, Minggu malam (29/7) yang merupakan rangkaian lawatannya di Kabupaten Sumbawa.

Sebelum acara dimulai, terlebih dahulu Presiden Jokowi melaksanakan Sholat Maghrib berjama’ah di Mesjid Saidah.

Dihadapan para tamu undangan dan para santri Ponpes Internasional Dea Malela, Presiden Jokowi mengatakan bahwa Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan harus dirawat dengan baik. Bangsa yang besar harus diisi oleh orang-orang yang bermimpi besar. Disebut negara besar, karena Indonesia memiliki jumlah penduduk sekitar 263 juta jiwa, 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi.

Presiden Jokowi mengingatkan pentingnya merawat kerukunan, sebagai modal untuk membangun bangsa Indonesia yang besar. Bangsa Indonesia dengan seluruh perbedaan dan kemajemukan baik agama, adat istiadat, dan suku merupakan anugerah dari Allah SWT.

Presiden mengajak seluruh anak bangsa untuk merawat Ukhuwah IslamiyahUkhuwah Wathoniyah, dan Ukhuwah Insaniyah, sebagai bentuk tanggung jawab atas semua anugerah tersebut.

“Saya titip, jangan sampai negara besar ini retak, tidak rukun, gara gara pilihan Bupati, pemilihan Gubernur, atau Presiden. Pilih yang paling baik, agar rukun kembali,” harap Presiden.

Sebelumnya, Pendiri Ponpes Modern Internasional Dea Malela, Prof. Dr. Din Syamsuddin menjelaskan, bahwa Ponpes tersebut dihajatkan untuk membangun anak bangsa yang mampu bersaing di tingkat dunia. Santri yang menuntut ilmu di PMI Dea Malela tidak hanya dari NTB, namun juga dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri.

Din Syamsuddin juga menyampaikan, Ponpes Dea Malela baru berusia dua tahun dan berjalan tiga tahun. Sejumlah fasilitasnyapun terus dilengkapi, seperti asrama santri, perpustakaan, sarana olahraga dan sarana belajar. Dijelaskan, sebagian besar fasilitas tersebut sudah didirikan berkat bantuan kerjasama dari berbagai pihak.

“Ponpes ini adalah valley of civilization, lembah peradaban,” ungkap mantan Ketua PP Muhammadiyah tersebut.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo menandatangani Prasasti Bale Dea Guru “Bait Kalla” dan Masjid Saidah di Pondok Pesantren Modern International (PMI) Dea Malela.

Turut hadir pada acara tersebut, Menteri PUPR RI, Menteri Agama RI, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Gubernur NTB, Gubernur NTB Terpilih, Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa, Bupati Bima, Forkopimda Kab. Sumbawa, Pimpinan OPD Kab. Sumbawa, Pimpinan BUMN/BUMD, Wali Santri, Tokoh Agama serta Tokoh Masyarakat. (ra)

Sumber : Siaran Pers Humas Setdakab. Sumbawa

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar