• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Garuda No.1 Sumbawa Besar
CEGAH KONFLIK BERNUANSA SARA, BAKESBANGPOLDAGRI KAB. SUMBAWA BINA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

CEGAH KONFLIK BERNUANSA SARA, BAKESBANGPOLDAGRI KAB. SUMBAWA BINA FORUM KERUKUNAN UMAT BERAGAMA

11 December, 2017

Sumbawa Besar - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Kabupaten Sumbawa melaksanakan kegiatan Fasilitasi, Koordinasi dan Pembinaan Forum Kerukunan Umat Beragama yang bertemakan “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Pelihara Kebhinekaan dan Toleransi Kehidupan Umat Beragama di Kabupaten Sumbawa serta Jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia” dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa yang diikuti oleh segenap tokoh lintas agama se Kabupaten Sumbawa pada Senin pagi (11/12) di Aula Madelau ADT Kantor Bupati Sumbawa.

Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyampaikan bahwa kita patut bersyukur bahwa kondisi kamtibmas di Kabupaten Sumbawa relatif kondusif, yang walaupun menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB tahun 2018 mendatang berkat semangat kebersamaan yang selalu dibangun sehingga masyarakat memandang pemilukada merupakan pesta demokrasi sebagaimana layaknya sebuah pesta yang dihadiri keluarga, kerabat dan handai tolan dengan suasana tenang dan gembira. Fenomena ini menunjukkan bahwa masyarakat sumbawa sudah mulai mengalami pendewasaan dalam berdemokrasi bahwa keragaman aspirasi masyarakat sebagai konsekuensi kemajemukan di tengah kehidupan demokrasi.

Drs. H. Mahmud Abdullah mengingatkan perlunya sikap waspada terhadap tantangan dan persoalan yang mungkin timbul mengingat bangsa kita sesungguhnya telah menghadapi berbagai persoalan yang cukup menyita perhatian seluruh masyarakat, mulai dari isu terorisme, konflik bernuansa sara, dan juga kejahatan-kejahatan yang disebabkan oleh pengaruh narkoba, serta berbagai tindakan anarki lainnya yang seringkali muncul di tengah-tengah masyarakat tanpa dapat diprediksi dan diantisipasi sebelumnya.

Dengan adanya forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM) baik di tingkat kecamatan maupun tingkat Kabupaten Sumbawa, diharapkan mampu mengantisipasi perkembangan yang terjadi sejak dini serta harus senantiasa disikapi secara terpadu oleh segenap komponen masyarakat dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang setiap saat dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kita semua sepakat dengan membangun komunikasi dan dialog yang baik, masalah apapun dapat dicarikan solusinya. “Dari jaman dulu masyarakat Sumbawa sudah sangat welcome dan mempunyai toleransi tinggi, ini dibuktikan dengan pemberian sebidang tanah oleh Sultan Sumbawa untuk pembuatan gereja (Baitani) umat Kristen” pungkasnya. (kh74)

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar