• Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Wujudkan Kabupaten Sumbawa Yang Hebat dan Bermartabat Dengan Semangat Indonesia Kerja Bersama
HARGAI WARISAN LELUHUR, PEMKAB GELAR FESTIVAL MALALA

HARGAI WARISAN LELUHUR, PEMKAB GELAR FESTIVAL MALALA

21 September, 2017

Sumbawa Besar – “Terdapat nilai kearifan lokal yang dapat dipetik dan diwariskan kepada generasi muda yaitu antara lain dalam  hal pelestarian lingkungan hidup, karena bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan minyak tidak lepas dari ketersediaan akar kayu ataupun kulit kayu serta buahnya. Hal tersebut mengisyaratkan agar kita terus melestarikan sumberdaya alam yang kita miliki dengan tidak melakukan penebangan kayu secara liar (ilegal logging). Demikian disampaikan Bupati Sumbawa ketika membuka Festival Malala pada Rabu malam (20/9) di lapangan Pahlawan Sumbawa Besar.

Kemudian Bupati menerangkan bahwa melala adalah proses pembuatan minyak sumbawa yang dilakukan oleh para ahli minyak sumbawa atau yang dikenal dengan nama sandro (tabib).

“tradisi melala tersebut merupakan warisan leluhur masyarakat sumbawa dan salah satu wujud kemajuan peradaban masyarakat Tana’ Samawa dalam hal pengobatan tradisional”. terang Haji Husno begitu bupati akrab disapa.

Bupati juga menjelaskan nilai selanjutnya yang dapat diambil dari festival malala adalah dalam hal kesehatan, sebagaimana kita ketahui orang-orang tua terdahulu dengan keanekaragaman kekayaan alam tumbuh-tumbuhan obat, telah mampu membuka tabir dari semua kebesaran yang diciptakan Allah SWT, dengan meletakkan dasar bahwa kesehatan sangat penting bagi setiap orang, sehingga dengan segala kemampuan dan ikhtiarnya mampu membuat berbagai macam ramuan minyak sumbawa dengan berbagai macam khasiat.

Selanjutnya dari sisi ekonomi, dengan keberadaan minyak sumbawa dapat membawa dampak yang cukup baik bagi kehidupan ekonomi masyarakat sumbawa khususnya ekonomi menengah ke bawah karena selain di produksi secara khusus, mimyak sumbawa juga bisa diproduksi untuk keperluan orang banyak sehingga bisa dipasarkan.

Sementara dari nilai sosial, dengan adanya khasanah budaya yang sudah diletakkan oleh orang-orang tua terdahulu diharapkan dapat memperkuat jati diri dan kebanggaan kita sebagai tau samawa.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Bupati Berharap semoga dengan Peringatan Tahun Baru Islam 1  Muharam 1439 Hijriyah tersebut sebagai tau samawa dan masyarakat tana’ samawa, senantiasa memegang teguh falsafah taket ko nene kangila boat lenge. Falsafah tersebut harus dapat diimplementasikan dalam hablum minallah maupun hablum minannas.

“Mari kita makmurkan masjid dengan solat berjamaah, majelis ta’lim, dan kegiatan-kegiatan positif lainnya, begitu pula semangat ukhuwah, jiwa gotong royong dan kepedulian terhadap sesama harus selalu kita wujudkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,”pungkas Bupati.

Sebelumnya Ustadz Syukri Rahmat, S. Ag mengajak seluruh masyarakat untuk dapat melakukan introspeksi diri agar ke depannya dapat menjalani kehidupan yang lebih baik .

Festival malala ini sendiri diselenggarakan dalam rangka mem[peringati Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah yang diikuti oleh sandro dari 24 kecamatan di kabupaten Sumbawa. (KH74)

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar