• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar

ANTSIPASI KERAWANAN PANGAN PEMKAB LAUNCHING PETA KETAHANAN DAN KERAWANAN PANGAN

19 April, 2017

Sumbawa Besar – Dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan dan mengurangi kerentanan terhadap kerawanan pangan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Pangan mengadakan kegiatan Launching Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan selasa (18/4). Kegiatan ini berlangsung di Wisma Daerah dihadiri oleh Asisten II Sekda Kab. Sumbawa dr. H. Didi Darsani, Apt serta sejumlah pimpinan SKPD dan Camat yang ada di Kabupaten Sumbawa. Sedangkan bertindak selaku nara sumber berasal dari Badan Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Republik Indonesia.

Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa Ir. Sirajuddin dalam laporannya menyampaikan bahwa untuk diketahui bersama, peta kerentanan dan kerawanan pangan merupakan gambaran daerah serta untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan analisis yang memerlukan prioritas penanganan serta dilakukan dengan penuh pertimbangan. Peta ini juga diperlukan untuk memperjelas pengertian mengenai konsep ketahanan pangan berdasarkan konsep tiga dimensi ketahanan pangan yaitu ketersediaan, distribusi/akses dan pemanfaatan/konsumsi pangan.

Sedangkan ketahanan pangan itu sendiri lanjutnya, didefinisikan sebagai kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perorangan yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat digunakan hidup sehat, aktif dan produktif secara berkelanjutan ujarnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sumbawa dalam sambutan singkatnya yang dibacakan oleh Asisten II Sekda Kab,. Sumbawa mengatakan bahwa masalah-masalah yang terkait dengan bidang pembangunan harus berlandaskan atas data dan peta sehingga tidak lagi ada istilah mengatakan “Katakanlah sesuatu dengan map/peta” hal ini tidak boleh lagi terjadi. Oleh karenanya model perencanaan  yang harus dikembangkan harus berdasarkan map/peta yang jelas. Untuk itu lanjut beliau inputnya harus tepat dan benar juga.

Saat ini ungkap beliau terjadi kerisauan para pejabat dan pimpinan wilayah dikarenakan masih ada beberapa wilayah di Kabupaten Sumbawa yang masih berwarna merah, hal ini menggambarkan masih terjadi kerentanan dan kerawanan pangan di daerah tersebut.

Sebagai gambaran umum lanjut beliau Kabupaten Sumbawa sekarang ini menjadi salah satu daerah  penjaga pangan nasional dimana 75% produksi pangan kita sudah digunakan untuk kebutuhan pangan nasional sedangkan 25% sisanya yang kita konsumsi sendiri. Selain itu periode terakhir juga jagung sudah mulai menjadi andalan namun demikian beberapa hal perlu harus tetap kita waspadai karena ketersediaan pangan itu tidak dapat secara spesifik digambarkan oleh data ril Kabupaten Sumbawa secara keseluruhan serta akses masyarakat terhadap pangan belum kita gambarkan secara persis, apakah setiap rumah tangga itu sudah memiliki akses terhadap pangan yang cukup atau belum, maka inilah yang menyebabkan tidak singkronnya antara ketersediaan pangan yang berlimpah dengan masih adanya wilayah berwarna merah sebagai bentuk masih adanya wilayah yang mengalami kerawanan pangan. Oleh karena itu harap beliau mari kita gunakan kesempatan ini untuk mendengarkan paparan dari Badan Ketahanan Pangan Nasional Kementerian Pertanian RI, mungkin dari sana kita semua yang hadir ini mendapat masukan buat kesempurnaan dimasa mendatang serta melihat potensi-potensi lain terkait dengan masalah kerawanan pangan, tutup beliau.(KH74)

Sumber : Dinaskominfotikkabsbw

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar

    Berita Terbaru
    TINGKATKAN MINAT INVESTOR, PEMDA SUMBAWA KEMBANGKAN APLIKASI DAN CD INTERAKTIF POTENSI INVESTASI
    12 Oktober, 2016
    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu pembuatan aplikasi dan CD interaktif potensi investasi di wilayah Kabupaten Sumbawa yang bekerjasama dengan PT. Sela Kencana. Kegiatan ini sendiri telah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan telah berhasil diselesaikan pada 16 Kecamatan menyisakan 8 Kecamatan pada wilayah selatan, yang kemungkinan besar akan diteruskan pada tahun 2018.