• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar

BUDAYAKAN TRANSPARANSI, DISKOMINFOTIK KAB. SUMBAWA SOSIALISASIKAN DBIP

19 April, 2017

Sumbawa Besar – Bertempat di aula Kantor Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara Kamis (13/4), Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kabupaten Sumbawa menyelenggarakan sosialisasi program Desa Model Desa Benderang Informasi Publik. Program ini merupakan ide dari Komisi Informasi NTB yang telah dicanangkan beberapa waktu yang lalu di Mataram. Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menindaklanjuti dengan menetapkan satu desa pada satu kecamatan sebagai desa model dan menunjuk dua desa utama sebagai desa model provinsi yaitu Desa Baru Tahan Kecamatan Moyo Utara dan Desa Uma Beringin Kecamatan Unter Iwes.

Pada kegiatan sosialisasi ini rombongan  Dinas Komunikasi Informatika dan Statuistik Kab. Sumbawa dipimpin oleh Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik yang didampingi beberapa staf. dalam kegiatan ini menghadirkan Pengurus/Pengelola  PPID Desa dan Pengurus KIM Desa Baru Tahan.

Dalam paparannya Kabid PIKP Suparman, SE dengan menyitir pernyataan Ketua KI NTB menyampaikan bahwa program DBIP merupakan sebuah ikhtiar penyadaran untuk kepatuhan Pemerintah Desa agar membuka, mempublikasikan dan menyebarluaskan informasi public sesuai dengan peraturan perundang-undangan sehingga masyarakat desa memperoleh gambaran perkembangan pembangunan desa yang meliputi aspek social, ekonomi, budaya, pemerintahan dan demokratisasi. Melalui program ini lanjut beliau diharapkan  agar setiap desa dapat melaksanakan keterbukaan informasi public, tidak lagi boleh ada yang ditutupi selama suatu informasi dinyatakan boleh dibuka oleh Undang-Undang. Program DBIP itu sendiri ketika dicanangkan dimaksudkan sebagai strategi untuk menciptakan pemerintahan desa yang efektif, efisien, transparan, professional dan akuntabel yang melahirkan sikap dan budaya saling percaya, kerjasama dan tanggung jawab antara pemerintah desa dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan desa jelas parman sapaan akrab Kabid PIKP.

Lebih lanjut dikatakan bahwa penetapan desa model ini bertujuan agar disamping pemerintah desa memahami klasifikasi informasi public dan dokumentasi public dapat terpublikasi secara berkelanjutan serta meningkatkan layanan informasi public tetapi juga memiliki tujuan utama dan sangat penting yaitu bagaimana  masyarakat desa dapat mengakses dokumen informasi public tentang desanya secara mudah sehingga tidak ada lagi saling curiga ditengah masyarakat yang pada akhirnya kondusifitas desa sebagai syarat keberhasilan pembangunan dapat tercapai papar beliau.

Sementara itu Kades Baru Tahan dalam sambutannya mengatakan bahwa beliau secara pribadi dan institusi sangat mendukung kegiatan ini. Semoga apa yang menjadi hajat pemerintah daerah melalui Dinas Kominfotik dapat berjalan dan berhasil sebagaimana yang diharapkan sehingga masyarakat desa dapat memperoleh akses informasi tentang pembangunan dan pelaksanaan pengelolaan pemerintahan desanya. “sehingga tidak ada lagi dusta diantara kita” kata beliau berkelakar  sambil tersenyum dan disambut gelak tawa oleh peserta.

Dalam kegiatan ini turut juga disosialisasikan tentang Pedoman Standar Layanan Informasi Publik Desa, tugas dan fungsi PPID Desa serta sosialisasi tentang peran KIM bagi pembangunan desa, hal ini dilakukan karena ketiga hal ini merupakan pendukung utama dari pelaksanaan program DBIP. (KH74)

Sumber : Dinaskominfotikkabsbw

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar

    Berita Terbaru
    TINGKATKAN MINAT INVESTOR, PEMDA SUMBAWA KEMBANGKAN APLIKASI DAN CD INTERAKTIF POTENSI INVESTASI
    12 Oktober, 2016
    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu pembuatan aplikasi dan CD interaktif potensi investasi di wilayah Kabupaten Sumbawa yang bekerjasama dengan PT. Sela Kencana. Kegiatan ini sendiri telah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan telah berhasil diselesaikan pada 16 Kecamatan menyisakan 8 Kecamatan pada wilayah selatan, yang kemungkinan besar akan diteruskan pada tahun 2018.