• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar

Sebuah Histori : Museum Sumbawa

12 March, 2011

Pelaksanaan pendirian Museum Daerah telah di proses sejak diterbitkan / dikeluarkan Surat Keputusan Bersama(SKB) Kepala Kepolisian Resort Sumbawa dan Kepala Kantor Depdikbud Kabupaten Sumbawa. Keputusan No. Pol. SKEP/01/II/1990 dan Nomor 35/j/SP/1990, tanggal 12 Februari 1990, ini memuat tentang Kerja Sama Usaha Perlindungan Pengawasan dan Pembinaan Peniggalan Sejarah dan Purbakala yang ada di Kabupaten Sumbawa. Ketika itu, Kapolres Sumbawa adalah bapak Letkol Pol D. Mone dan Kepala Kandep Kabupaten Sumbawa Bapak Marga Muhammad (alm ).

Untuk mempercepat proses SKB tersebut pelaksanaannya diserahkan kepada saudara Dinulah Rayes, Kabid Kebudayaan Kandep Dikbud Kabupaten Sumbawa, dari pihak Kandep Dikbud Kabupaten Sumbawa dan dari pihak Polres Sumbawa dipercayakan pada saudara Drs Syahrul Abbas. Dia kini bertugas di Maber Polri sebagai Kompol Drs Syahrul Abbas SH MAP, bagian opslat Rorenmin Baintelkam Mabes Polri Jakarta.

Hasil dari SKB ini cukup sukses, antara lain pihak Pos Kepolisian Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Tano beberapa kali dapat menggagalkan dan mengamankan penyebrangan benda-benda budaya berupa peti kuno berukir. Benda-benda bersejarah ini dibawa oleh oknum pengusaha/pedagang benda kuno tanpa dilengkapi surat-surat yang sah.

Sejak saat itu, calo-calo benda kuno, tidak kelihatan berkeliaran di Sumbawa. Untuk menunjang usaha penyelamatan dan pelestarian warisan budaya, yang mengandung nilai sejarah cukup potensial di Kabupaten Sumbawa, tak bias lain, dibutuhkan Prasarana dan sarana permuseuman sebagai pusat informasi, pendidikan, penelitian dan rekreasi.

Menyimak dan menghayati hal ini, Bupati Sumbawa segera menerbitkan dan mengeluarkan SK pembentukan panitia persiapan pendirian Museum Daerah Tingkat II Sumbawa. Surat Keputusan Bupati bernomor 186/432-1-92, tanggal 2 September 1992, itu segera pula ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan rapat teknis (rakernis) Panitia Persiapan Pendiri Museum Daerah.

Rekernis ini menghasilkan program kerja panitia Pendiri Museum Daerah, yang mencerminkan upaya penyelamatan, perlindungan, pelestarian, pengkajian, dan pengembangan serta pelayanan informasiwarisan budaya daerah.

Terhadap para pealaksana, khususnya panitia Persiapan Pendiri Museum Daerah, yang diharapkan dedidakasi, loyalitas dan semangat tinggi dalam mengelola program kerja yang telah disepakati. Maksudnya tak lain, agar terwujud sebuah bangunan Gedung Museum Daerah yang representative sesuai harapan dan keinginan bersama.

Untuk mangantisipasi riak budaya sebagai hasil rumusan Rakernas Panitia Persiapan Daerah itu, Bupati menerbitkan Surat Keputusan Pembentukan Museum Daerah nomor 118 Tahun 1994, tertanggal 1 maret 1994.

Museum Daerah yang bersifat umum itu, menempati bangunan/situsDalam Loka (semntara) yang berlokasi di Kelurahan Seketeng, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa . Pimpinan Museum Daerah(embrio) dipercayakan kepada Dinullah Rayes , mantan kasi Kebudayaan Kandep Dikbud Kabupaten Sumbawa-sesuai SK Bupati Sumbawa No 64 Tahun 1994 tangggal 28 Februari 1994.

Sebagaimanadimaklumi, museum adalah lembaga yang bertugas melestarikan warisan budaya dengan cara mengumpulkan, merawat, meneliti, memamerkan dan mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Museum terbuka bagi umum, untuk tujuan studi pendidikan danpenikmatan benda-benda bukti keberadaan manusia dan lingkungannya.

Inilah rintisan awal pendirian museum daerah (status swasta) yang dikelola Pemda Sumbawa

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar

    Berita Terbaru
    JAGA KEBERAGAMAN, PEMDA SUMBAWA SESALKAN PENGHINAAN TERHADAP GUBERNUR NTB
    12 Oktober, 2016
    Dr. Muhammad Ikhsan, MPd. menyampaikan bahwa selaku Pemerintah Daerah dan masyarakat Sumbawa sangat prihatin dan menyesalkan ucapan yang tidak pantas yang diterima oleh pimpinan tertinggi daerah kita yang tidak mencerminkan semangat keberagaman. Apa yang diucapkan telah mengusik semangat keberagaman dan toleransi yang selama ini dibangun dengan susah payah, tegas beliau.