• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar

Inagurasi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa 2011-2016

17 January, 2011

Inagurasi Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa 2011-2016

Ketika Mandat Rakyat Dilanjutkan
Oleh: Ir. A.Yani (Kabag Humas dan Protokol DPRD Kab. Sumbawa)

 

Hari ini, senin 17 Januari 2011 pada sidang Parpurna DPRD Kabupaten Sumbawa, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa terpilih pada Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa tahun 2010, drs. H. Jamaluddin Malik dan Drs. H. Arasy Muhkan akan dilakukan pengambilan sumpah/janji dan Pelantikannya oleh Gubernaur Nusa Tenggara Barat, DR. TGH. H. Zainul Majdi, MA, berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor:131.52-1076 Tahun 2010 dan Nomor:132.52-1077 Tahun 2010 tanggal 23 Desember 2010.

Terpilihnya pasangan Drs. H.Jamaluddin Malik dan Drs. H.arasy Muhkan (yang dikenal dengan slogan JM-Arasy Muhkan) merupakan manivestasi ekspektasi masyarakat Tana Samawa yang telah mampu meraih suara yang signifikan (50,51%), sehingga merupakan mandat rakyat yang harus ditunaikan dengan penuh amanah dan konsekwensi tanggungjawab.

dalam perjalanan demokrasi politik, pasangan yang dikenal dari latar belakang ’Birokrat Murni’ ini telah mampu mengungguli enam pasangan calon lainnya sebagai Putera-Puteri taerbaik Sumbawa dalam kompetitor Pilkada yang sangat prestiseus, yaitu 1. Muh.Amin, SH. M.Si dan Nurdin Ranggabarani, SH.MH; 2. Muhammad Jabir, SH.MH dan Johan Rosihan, ST; 3. Ir. H. Ibrahim, M.Si dan DR. Iwan Jazadi,S.Pd, M.Ed; 4. Mustami H. Hamzah, B.Sc dan dharmawaty Madilaoe, SH; 5.M.Agus Patria, SH.MH dan Syamsul Fikri, S.Ag, M.Si; serta 6. Drs. H.A.Rahman Muchtar, SE.MBA.M.Sc dan Ir. Sudirman Indra, M.Sc.

Perjalanan Pilkada Sumbawa 2010 tidak lepas dari proses perjalanan yang cukup panjang, setelah melalui tahapan putaran pertama dan putaran kedua, sengketa pilkada pada Mahkamah Konstitusi (MK) dan tahapan putaran terakhir pilkada ulang pada 25 TPS-melalui Keputusan KPU Kabupaten Sumbawa Nomor 62 Tahun 2010 tentang penetapan dan pengesyahan hasil rekapitulasi penghitungan suara pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa  Tahun 2010 putaran kedua atas Putusan Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia Nomor 158/PHPU.D-VIII/2010 tentang penetapan pasangan calon terpilih dalam pemili Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa Tahun 2010 tanggal 9 Desember 2010, secara faktual menempatkan pasangan Calon nomor Urut 3 (tiga) ini kembali dipilih menjadi pilihan Nurani Rakyat Sumbawa, Kondisional ini juga, memposisikan figur incumbent kembali dipilih  untuk kedua kalinya setelah dipilih secara langsung pertamakali pada tahun 2005, sehingga menjadi catatan deretan perjalanan sejarah Kepala Daerah Kabupaten Sumbawa yang prosesnya dipilih secara langsung oleh rakyat.

Sebagai kilas balik, sejak kelahirannya, Kabupaten Sumbawa telah memilki nama-nama Kepala Daerahnya ; 1. Sultan Muhammad Kaharuddin III (1965-1960);2.Madilaoe ADT (1960-1965, 1979-1984 dan 1984-1989); 3. Sudarli, BA (Pjs) (1965-1967); 4. Drs. H. Hasan Usman (1967-1972) (Pjs) (1972 – 1974 ) dan (1974 – 1979 ), 5. H .Jakub Koswara, SE (1989-1994 dan 1994-1999), 6. Drs. H. Harun Al Rasyid, Msi (Pjs) sebagai Plth. Drs. H. Syahri Suwandi (199-2000), 7. Drs. H. A. Latief Majid, SH (200-2005), 8. Drs. H. Machfud Ahmad (PJb) (Maret- Agustus 2005 ), 9. Drs. Jamaluddin Malik (Bupati) dan Muhammad Jabir, SH, MH (Wakil Bupati) (2005 - 2010), 10. H.  Muhammad Nur, SH, MH (Pjb) (Agustus - Nopember 2010), 11. Ir. Mokhlis, Msi (Pjb) (Nopember 2010 - Januari 2011), dan 12. Drs. H. Jamaluddin Malik (Bupati ) dan Drs. H. Arasy Muhkan (Wakil Bupati) (2011 - 2016).


Implementatif dari proses pelaksanaan pemelihan Kepala Daerah secara langsung yang dimulai diadopsi dalam sistem perpolitikan di indonesia dimulai pada tahun 2005, yang pada Hakekatnya merupakan pelibatan rakyat dalam mekanisme untuk menentukan pemimpinnya yang kredibel sesuai cita – cita dan ekspektasi rakyat. Proses pemilihan langsung tersebut, ditandai dengan telah dua kalinya dilaksanakan di daerah kita, artinya, bahwa dari pelaksanaan Pilkada, Pilihan rakyat masih menempatkan figur incumbent sebagai pilihan rakyat yang murni dan signifikan sesuai dengan mekanisme normatif yang berlaku sebagai amanat Peraturan Perundang – Undangan.


Pilihan rakyat yang menjadi integritas pelaksanaan Pilkada dalam tatanan demokrasi lokal sedemikian kuat dan gencarnya telah membuat persepsi publik atas hak perpolitikan sebagai warganegara untuk menentukan calon pemimpinnya. Telah menjadi tataran yang dapat dimaknai sebagai mandat rakyat yang haus diemban dalam kerangka waktu lima tahun kedepan oleh figur dan sosok incumbent.


Ikon –ikon pembangunan yang dikemas dalam tajukan visi, misi dan gerak program pembangunan dengan label ”samawa mampis rungan ”pada domain waktu 2005-2010 menjadi titian yang akan membidani program – program pembangunan yang bernilai berkelanjutan dan berkesinambungan untuk skala waktu 2006 -2011 kedepan.


Esensial yang dapat dimaknai dari semua ini ketika mandat rakyat dilanjutkan, maka sesungguhnya pemimpin daerah yang dpilihnya menjadi representasi yang benar – benar menjadi harapan yang haarus selalu tumbuh dan bersemai dalam jantung dan hati  rakyat.


Proses demokrasi yang ditandai dengan apologi dinamika politik yang memiliki sensitifitas publik pada resonansi tertentu dan merambah seluruh matra pranat aspek pembangunan dan sosial kemasyarakatan, kini telah usai dan sekarang menjadi gumpalan yang terkristalisais dalam wujud jiwa kebersamaan untuk mengarungi samudera sinergisitas dan kolaborasi, dengan mengalirkan dalam denyut nadi kita dengan filosofis ”Tau Samawa ”saling Sakiki, saling satingi dan saling angkat.


Pesta demokrasi telah usai satu gerakan derap langkah yang dinamis dan produktif untuk kita perbuat dalam karya nyata adalah menjadi spirit bersama kita menatap kedepan perapektif satu langkah merupakan konsepsi menata Kabupaen Sumbawa yang lebih prospektif.


Dalam kondisional kekinian, Kabupaten Sumbawa menjadi daerah ”Intan Bulaeng ”karena melimpahruahnya degan potensi pertambangan yang hampir menyebar pada seluruh wilayah tertorialnya, daerah paling kondusif di NTB dan menjadi tujuh daerah ( Kbupaten / Kota ) terkondusif secara nasional serta dalam lima tahun belakang menjadi gemilang dengan prestasi d an pengargaan yang berskala nasional yang diapresiasi oleh Pemerintah Pusat. Deretan – deretan momentum ini menjadi modal kuat untuk merangkai kemajuan Kabupaten Sumbawa kedepan pada semua matra dan perspektif pembangunan dengan membangun berlandaskan pada jiwa kemitraan sejati dengan lembaga legislatif dan seluruh komponen maupun stakeholder yang ada.


Proses pilkada yang telah beralngsung, dengan akumulasi suara 20,51% merupakan output dari pertandingan demokrasi yang elegan, tentunya kini, Drs. H Jamaluddin Malik dan Drs. H. Arasy Muhkan menjadi milik seluruh masyarakat Kabupaten Sumbawa, yang sekaligus mengemban mandat rakya secara totalitas.

Penulis sebagai bagian dari komunitas 444,277 jiwa penduduk Sumbawa, menyampaikan selamat bekerja”kepada Drs. H. Jamaluddin Malik dan Drs. H. Arasy Muhkan dalam membangun Sumbawa Lima Tahun Kedepan, pilihan rakyat yakni menjadi mandat rakyat menjadi rajutan cita – cita dalam mengemban pembangunan secara makro kedepan.      

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar

    Berita Terbaru
    TINGKATKAN MINAT INVESTOR, PEMDA SUMBAWA KEMBANGKAN APLIKASI DAN CD INTERAKTIF POTENSI INVESTASI
    12 Oktober, 2016
    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu pembuatan aplikasi dan CD interaktif potensi investasi di wilayah Kabupaten Sumbawa yang bekerjasama dengan PT. Sela Kencana. Kegiatan ini sendiri telah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan telah berhasil diselesaikan pada 16 Kecamatan menyisakan 8 Kecamatan pada wilayah selatan, yang kemungkinan besar akan diteruskan pada tahun 2018.