• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar
  • Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Web Admin Diskominfotik Kantor Bupati Lt.3 Jl. Garuda No.1 Sumbawa Besar

Pendidikan Harus Berpijak Pada Akar Budaya Tau Samawa

15 January, 2010

Kecamatan Orong Telu merupakan kecamatan yang memiliki prospek yang cemerlang jika segenap potensi yang yang ada dapat digerakkan secara konsisten dalam upaya pembangunan pendidikan, dan potensi yang dapat dibangun kedepan adalah melahirkan sebuah model pengembangan pendidikan yang memiliki ciri khas sesuai dengan akar budaya ’tau samawa’, hal ini disampaikan oleh Dr H Sanapiah Faisal nara sumber dalam dialog yang digelar oleh guru SD di Kecamatan Orong Telu yang berlangsung Selasa (13/1) di SDN Sebeok.

Dihadapan sekitar 250 orang peserta dialog itu, Sanapiah Faisal mengungkapkan, pendidikan secara keseluruhan telah gagal menciptakan insan yang mampu membangun diri secara utuh, dan bahkan melahirkan intelektual yang hilang ingatan.

Mestinya kata Dr Sanapiah, adalah hal terpenting yang dilakukan oleh pengelola pendidikan adalah bagaimana menempatkan tata nilai lokal yang berisikan warisan budaya dalam budaya sekolah. Yakni dengan dengan melakukan kombinasi antara tata nilai ’Tau Samawa’ dengan subject content yang termuat dalam kurikulum nasional.

Nilai – nilai lokal seperti ”saling satotang, saling sadu, saling angkat, dan saling totang’ dapat ditempatkan sebagai landasan pengembangan pendidikan di Kecamatan Orong Telu kedepan, dengan demikian maka pendidikan yang akan muncul dari Orong Telu adalah pendidikan yang berhasil ditujukan dengan lahirnya insan yang memiliki kapasitas belajar dan memiliki kapasitas belajar dan memiliki rasa ingin tahu. Yakni pendidikan yang mengambangkan segenap imajinasi dan kreasi siswa dengan memanfaatkan media dan sumber belajar yang tersedia dilingkungan sekitar.

Menurutnya banyak hal yang dapat dilakukan utnuk meletakkan dasar – dasar berpikir ilmiah dan sistematis dengan melakukan eksplorasiterhadap lingkungan sekitar. ”Selama ini pendidikan kita secara keseluruhan gagal menciptakan rasa ingin tahu dan kemauan untuk belajar padahal sesungguhnya itulah hasil yang diharapkan dari lembaga pendidikan,” papar Dr San.

Dalam dialog yang dipandu oleh Junaidi SPd MPd, juga dibahas upaya pemberdayaan komite sekolah dalam rangka memberikan dukungan dalam penyelenggaraan pendidikan.

Dalam paparan Dr San, menyatakan bahwa sejatinya yang menjadi pemilik sekolah adalah rakyat, dengan demikian maka rakyat seharusnya terlibat secara aktif dalam proses merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan. ”Komite sekolah bukan tukang stempel tetapi ikut terlibat secara aktif dalam menentukan bagaimana arah pengembangan sekolah kedepan, Tandasnya.

Banyak hal yang dapat dilakukan oleh komite sekolah untuk ambil bagian dalam memikirkan pendidikan termasuk menentukan setting pendidikan karena yang menjadi pengguna produk lembaga pendidikan adalah masyarakat setempat.

Pada akhir paparannya, Dr H Sanapiah Faisal, berharap Kecamatan Orong Telu dapat menjadi baromtere penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Sumbawa. Hal ini dimungkinkan dengan modal sumber daya manusia yang memiliki kemauan yang sangat keras untuk membangun diri. ”Orong Telu harus menjadi pusat perhatian terutama dalam sektor pendidikan dan kita merasa belum lengkap jika berkunjung ke Sumbawa jika belum menginjakkan kaki ke Orong Telu”, Demikian Dr Sanapiah Faisal.

 

 

This post has 0 Comments

    Kirim Komentar

    Berita Terbaru
    TINGKATKAN MINAT INVESTOR, PEMDA SUMBAWA KEMBANGKAN APLIKASI DAN CD INTERAKTIF POTENSI INVESTASI
    12 Oktober, 2016
    Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu yaitu pembuatan aplikasi dan CD interaktif potensi investasi di wilayah Kabupaten Sumbawa yang bekerjasama dengan PT. Sela Kencana. Kegiatan ini sendiri telah berlangsung sejak dua tahun terakhir dan telah berhasil diselesaikan pada 16 Kecamatan menyisakan 8 Kecamatan pada wilayah selatan, yang kemungkinan besar akan diteruskan pada tahun 2018.